MIMPI(N)

Aku bisa ingat sedikit kesempatan waktu aku mengetuai suatu grup yang terdiri atas beberapa orang, nggak bisa disebut organisasi juga sih, karena anggotanya sedikit. Dulu waktu kecil mungkin aku pernah menjadi ketua kelas, waktu SD, tapi itu mungkin ketika masih di Cianjur. Ah, ya, waktu sudah di sini sepertinya pernah juga jadi komandan regu untuk lomba baris-berbaris. Hmmm, kalau dipikir-pikir yang jadi komandan regu ini kayaknya perketuaan paling resmi yang pernah aku ambil. Waktu di CM aku sempat dicalonkan menjadi ketua MPK lho, and I did stupid things back then. Lucu kalau diingat pas kampanye-nya.

Waktu semester 3, kalau tidak salah, di acara ke-2 praktikum Ekologi, aku ditunjuk menjadi ketua kelompok grup 2. Waktu itu praktikan dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing ditempatkan pada tempat yang berbeda di sepanjang sungai yang dijadikan tempat sampling. Grup kami kebagian wilayah tengah sungai.

Dari semenjak ditunjuk menjadi ketua kelompok pas masih briefing minggu sebelumnya aku sudah ngerasa beban banget. Mungkin dari sejak itu hampir 35% RAM otak dialokasikan buat urusan kelompok ini. Kami harus menyiapkan segala perlengkapannya sendiri, dari mulai tali hingga balsem naga yang aing sama sekali tidak ngerti benda macam apa itu. Meskipun beberapa alat ada yang disediakan oleh pihak Lab., tapi kami tetap harus menginventarisir alat-alat tersebut ke dalam box grup masing-masing.

Di sela-sela kesibukan praktikum yang lain, aku selalu menyempatkan diri pergi ke Lab. Ekologi untuk mengecek perlengkapan. Setiap ada temen yang lagi sempet selalu aku minta buat bantu ke Lab. Pokoknya pas itu nge-gaya dikit lah kek orang sibuk lah. Dari awal aku sebenarnya nolak untuk jadi ketua karena saya kan belum punya LINE waktu itu. Untung saja teman-teman masih pada bisa di-sms. Segala persiapan kami lakukan dengan semangat. Dari seminggu persiapan, sampai pas keberangkatan. Ke lapangan kami naik motor boncengan, aku dibonceng si Dhanu yang pendiam. Aku dan Dhanu berangkat duluan. Sepanjang perjalanan aku noleh mulu ke belakang, mastiin nggak ada konco yang tertinggal.

Padahal aku udah berusaha sekuat mungkin dan mencurahkan segala perhatian untuk acara agung itu, tapi ndilalah pas hari H ada aja yang salah. Ada satu item alat yang tidak ada di dalam box milik grup kami ketika rombongan sudah tiba di lapangan, namanya botol flacon, dan item ini sangat krusial fungsinya, yakni untuk menyimpan sampel hewan kecil (kalau nggak salah). Asu, aku langsung panik kan, mana asisten-nya rada galak lagi Ekologi mah. “Kalau kelompok kalian nggak bisa ambil data hari ini, berarti kalian harus ngulang acara praktikum ini. Dan bukan cuma kelompok kalian, tapi satu golongan praktikum semuanya harus ngulang.” Modiar. Di tengah kepanikan sesaat seperti itu, aku berusaha berpikir jernih dan mengusulkan supaya aku kembali ke kampus untuk mengambil alat tersebut. Ternyata asisten tidak mengizinkan. Jauh, katanya.

Entah dari mana akhirnya ada mas-mas asisten baik hati yang sepertinya turun dari langit. Tahu-tahu dia sudah membawakan item yang tertinggal itu. Rupanya begitu notice grup 2 ada masalah, si mas ini langsung gercep balik ke kampus. Kalau aku nggak salah ingat, gitu kronologinya.

Di beberapa kesempatan kayaknya pernah juga jadi ketua kelas di satu atau dua matkul, tapi itu gak penting. Yang agak penting mungkin pas jadi Koordinator Seksi Konsumsi acara pentas seni waktu di CM. Saat itu aku usul supaya aku ditempatkan di seksi acara aja, tapi gak diindahkan sama ketuanya. Alhasil, anak acara dan dekorasi yang kerja sampe malem keracunan nasi goreng abal-abal yang kubuat dengan sembrono untuk mereka. Kadang kebanyakan kecap, kadang kebanyakan garam, kadang kebanyakan bumbu kuning. Sumpah, pas itu aku gak bisa bedain makanan enak sama makanan enek. Kasihan sekali mereka, masya Allah.

Yang paling anyar, nggak bisa disebut jadi sih. Perkumpulan bocah-bocah laknat Ganteng Bio. Wacana pembentukan kelompok diskusi ini kan sebenarnya sudah berkelindan satu semester lamanya, namun tak jua direalisasikan karena egoisme kami masing-masing. Ya, mungkin kamu masih ingat pas aku cerita tentang posisi aku ketika menjelang pembentukan grup manusia-manusia fasiq ini. Sampe akhirnya aku bikin semacam surat curhatan yang ditujukan sama mereka, lalu akhirnya di suatu minggu siang disepakati pembentukan grup tersebut setelah penurunan ego yang cukup alot dari masing-masing anggota.

Grup Ganteng Bio tidak punya ketua. Aku kebagian jadi Koordinator Materi. Seandainya aku bisa selalu on LINE waktu itu, mungkin aku rada merasa pengin jadi ketua. (Ya, kok rada PD ya?) Saat ini aku melihat kondisi di grup kurang nyaman buat aku sendiri, dan mungkin buat beberapa anggota lainnya seperti Sahal dan Bintang, karena isinya mostly bullying personal, baik yang ada di dalam grup atau anak angkatan, dan obrolan saru yang sangat tidak berfaedah. I mean, aku gak masalah dengan bumbu-bumbu semacam itu asal ditempatkan pada situasi yang tepat dan memang membutuhkan.

***

Ingat sekali, dulu ketika kampanye calon ketua MPK, Ust. Isa bertanya pada semua kandidat: jabatan itu anugerah atau musibah? Kami semua menjawab dengan jawaban diplomatis bahwa jabatan bisa jadi anugerah atau musibah tergantung penggunaannya. Rupanya, berdasarkan hadist, jawaban yang benar adalah: musibah. Aku baru tahu pas sudah pindah ke Jln. RT Hardiwinangun No. 24.

Postingan populer dari blog ini

Report